Menu Close

Pemkab Mabar – Nagekeo Bangun Kerjasama Dukung Destinasi Pariwisata Labuan Bajo

Labuan Bajo, KOMINFO MABAR – Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi dan Wakil Bupati (Wabup) dr. Yulianus Weng, menerima kunjungan silahturahmi Bupati Nagekeo dr. Johanes Don Bosco Do dan jajarannya di Rumah Jabatan Wabup Manggarai Barat, Minggu (18/04)
Labuan Bajo telah menyandang banyak gelar dan label dari pemerintah pusat, mulai dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) sampai pada daerah destinasi pariwisata Prioritas dan Premium menjadi ikon baru dunia kepariwisataan Indonesia dan menjadi Bali Baru .
Sehingga hal tersebut menjadi fokus Pemerintah Pusat dan Provisi NTT untuk menata daerah ini dengan membangun sarana dan prasarana infrastruktur penunjang kepariwisataan serta pengembangan sumber daya manusianya.
Bupati Nagekeo dr. Johanes Don Bosco Do dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemda Nagekeo sedang gencar mendorong sektor riil dan kebutuhan dasar untuk terlibat dalam pasar pariwisata di Labuan Bajo
“Sektor-sektor penting yang diharapkan dapat dipasok dari Kabupaten Nagekeo yakni dimulai dari pemenuhan tenaga kerja sampai kepada bahan makanan yang dimakan,” jelas dr. Johanes Don Bosco
Ia menjelaskan salah satu yang menjadi harapannya agar destinasi baru Puncak Waringin sebagai pusat kuliner menjadi etalase bersama dalam memberdayakan produk- produk Lokal Nagekeo.
“Kedatangan silahturahmi ini sekaligus menunjukan minat besar kami dalam rangka keterlibatan yang serius dalam dunia kepariwisataan Labuan Bajo,” tegasnya.
Pada tempat yang sama Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi sangat bahagia atas kunjungan silahturahmi Bupati Nagekeo dr. Johanes Don Bosco Do dan jajarannya sekaligus hal ini akan menjadi modal bagi daerah destinasi super prioritas ini.
Bupati Mabar menjelaskan modal yang dimaksudkan adalah kekuatan bersama untuk menjawab segala peluang dan tantangan dunia pariwisata premium Labuan Bajo.
“Kami yakin labuan Bajo sebagai miniatur NTT dan negeri ini sehingga diharapkan daerah ini mampu menjadi keterwakilan semua Kabupaten di NTT dalam menggerakan semua sektor dunia usaha berbasis pariwisata,” ucap Edi Endi.
Labuan Bajo lanjut Edi Endi sebagai pintu masuk untuk daratan Flores dan juga Labuan Bajo terbuka untuk siapa saja apalagi untuk saudara kita dari Nagekeo.
“Hasil pertanian dan industri pariwisata tentu bisa saling terkait satu dan lainnya untuk kemajuan daerah kita bersama. untuk hal tersebut kalo perlu di buat MOU antar Pemerintah Daerah,” ucap Bupati bumi Komodo tersebut
Ia berharap agar produk-produk hasil pertanian dari Kabupaten Nagekeo harus mempunyai ciri khas atau ciri khusus tersendiri sebagai contoh bahwa produk-produk tersebut tidak menggunakan bahan kimia, dll
“Kabupaten ini tidak akan pernah malu untuk belajar ke Nagekeo apabila berhasil mengembangkan produk pertanian yang lebih baik,” imbuhnya.
Edi Endi menginginkan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) harus menjadi mediator dalam menghubungkan produk Nagekeo dan Manggarai Barat untuk bersinergi dengan baik dalam meningkatkan mutu produk yang berkualitas di dua Daerah tersebut.
Hadir dalam kunjungan tersebut Ketua Dekranasda Nagekeo E. Yayik Pawitra Gati, Kadis Perindag Nagekeo KM. Simprosa Djawaria, Ketua dan wakil ketua Dekranasda Mabar Trince Yuni, dan Maria Valentina Meli, Direktur Perumda Bidadari Weri Tan dan Direktur BPOLBF Shana Fatina.
(Mckabmanggaraibarat/Syarif ab)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *