1. Persentase dan Luas Wilayah menurut Kecamatan dan Tingkat Kemiringan Tanah di Kabupaten Manggarai Barat 2014

2. Jumlah Curah Hujan dan Hari Hujan menurut Bulan di Kabupaten Manggarai Barat, 2016

3. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Komponen IPM di Kabupaten Manggarai Barat, 2016

4. Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin, Indeks Kedalam Kemiskinan, Indeks Keparahan Kemiskinan, dan Garis Kemiskinan di Kabupaten Manggarai Barat, 2016

 5. Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk menurut Kecamatan di Kabupaten Manggarai Barat, 2016

 

KEADAAN GEOGRAFIS

 

Persentase Luas Daerah Kab. Manggarai Barat Menurut Kecamatan, 2012 (Area Percentage Of Manggarai Barat Regency By District, 2012)

  1. Secara astronomis Kabupaten Manggarai Barat terletak antara 080 14’ - 090 00’ Lintang Selatan (LS) dan 1190 21’-1200 20’ Bujur Timur (BT). (Astronomically, Manggarai Barat Regency is located between 080 14’ - 090 00’ South Latitude dan 1190 21’-1200 20’ East Longitude.)
  2. Berdasarkan posisi geografisnya, Kabupaten Manggarai Barat memiliki batas-batas: Utara – Laut Flores, Selatan – Laut awu, Barat – Selat Sape, Timur - Kabupaten Manggarai. (In terms of geographic position, Manggarai Barat Regency has boundaries as follows: North – Flores Sea, South – Sawu Sea, West – Sape Steet, and East – Manggarai Regency.) Kabupaten Manggarai Barat terdiri atas 12 kecamatan, yaitu Kecamatan Komodo, Boleng, Sano Nggoang, Mbeliling, Lembor, Welak, Lembor Selatan, Kuwus, Ndoso, Pacar, Kuwus Barat dan Macang Pacar. (Manggarai Barat Regency has 10 district: Komodo, Boleng, Sano Nggoang, Mbeliling, Lembor, Welak, Lembor Selatan, Kuwus, Ndoso dan Macang Pacar.)
  3. Kabupaten Manggarai Barat memiliki luas daratan mencapai 2.947,50 km2, yang terdiri dari daratan Flores dan beberapa pulau besar seperti Pulau Komodo, Rinca, Longos serta beberapa pulau kecil lainnya. (Total land area of Manggarai Barat is 2.947,50 km2, with its main island beng Flores And some other large islands such as the islands of Komodo, Rinca, Longos and other small islands.)
  4. Seperti halnya di tempat lain di Indonesia, diKabupaten Manggarai Barat dan Propinsi Nusa Tenggara Timur hanya dikenal 2
    musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Pada bulan Juni sampai dengan September arus angin berasal dari Australia dan tidak banyak mengandung uap air, sehingga mengakibatkan musim kemarau. Sebaliknya, pada bulan Desember sampai dengan Maret arus angin banyak mengandung uap air yang berasal dari Asia dan Samudera Pasifik, sehingga terjadi musim hujan. Keadaan seperti ini berganti setiap setengah tahun setelah melewati masa peralihan pada bulan April-Mei dan Oktober-Nopember. Walaupun demikian, mengingat Manggarai Barat dan umumnya NTT dekat dengan Australia, arus angin yang banyak mengandung uap air dari Asia dan Samudera Pasifik sampai di wilayah Manggarai Barat kandungan uap airnya sudah berkurang yang mengakibatkan hari hujan di Manggarai Barat lebih sedikit dibandingkan dengan wilayah yang lebih dekat dengan Asia. Hal ini menjadikan Manggarai Barat sebagai wilayah yang tergolong kering di mana hanya 4 bulan (Januari sampai dengan Maret, dan Desember) yang keadaannya relatif basah dan 8 bulan sisanya relatif kering. (The same with another places in Indonesia, Manggarai Barat Regency and NTT Province has only two seasons, dry season and rainy season. On June to September the wind flow comes from Australia which contains little moisture, caused the dry season. On the contrary, on December to March the wind flow contains a great deal of moisture which comes from Asia and Pacific Ocean, caused the rainy season. This condition changes and turn for a half of year, after
    passing, the transitional period on April- May and October-November. Nevertheless, since Manggarai Barat and Commonly NTT as not so far from Australia, the great deal of moisture of wind flow comes from Asia and Pasific Ocean, has cleareased after reaching Manggarai Barat area. And it makes Manggarai Barat has the dry area which is relatively wet in 4 months (January until Marc and December) and the rest of 8 months is dry.)