Kominfo Mabar, 27 Pebruari 2018

Labuan Bajo – 60 tim turut serta memeriahkan lomba dayung sampan tradisional. Kegiatan lomba dayung tradisional tersebut berlangsung di Kawasan Pantai Jembatan Putih Kampung Ujung, Labuan Bajo selama dua hari, 24-25 Februari 2018. Kegiatan ini merupakan salah satu dari serangkaian kegiatan dalam mengisi HUT Mabar yang ke-15.

Sontak saja, dalam dua hari itu suasana Kawasan Pantai Jembatan Putih Kampung Ujung tidak seperti biasanya. Sorak sorai dan riuh rendah suara penonton bergemuruh. Teriakan suara penonton ramai terdengar. Ada yang mengacungkan kepalan tangan ke atas, yang lain lagi berlompat-lompatan seraya bertepuk tangan untuk memberi semangat kepada peserta lomba dan ada pula yang berjinjit berusaha melihat karena terhalang penonton yang di depannya.

Dari 60 tim yang ikut dalam lomba dayung sampan tradisional, terdapat 24 tim di antaranya adalah peserta perempuan dan 36 tim lainnya adalah peserta laki-laki. Setiap tim terdiri dari 2 orang. Mereka diperlengkapi life jacket, pelampung tanda dan sampan fiber serta dikawal speed boat milik syahbandar Labuan Bajo yang membawa tim penyelamat. Tak ketinggalan petugas P3K dari Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat yang selalu siap siaga manakala terjadi kecelakaan dalam lomba tersebut.

Hal yang menjadi penilaian dalam perlombaan itu adalah kecepatan, keseimbangan, konsistensi berada di jalurnya masing-masing, ketepatan mengambil haluan di saat berbelok sehingga tidak keluar jalur, atau menabrak dan menyenggol peserta yang lain. Sebab kesalahan mengambil haluan atau keluar dari jalurnya dapat berpotensi terjadinya kecelakaan. Dengan demikian peserta yang tidak menaati rambu-rambu tersebut dapat didiskualifikasikan.

Meski demikian ketatnya kriteria yang dipersyaratkan, akan tetapi tetap saja ada tim yang belum sepenuhnya dapat menerapkannya. Misalnya ada beberapa peserta yang terlihat tercebut ke laut karena tidak mampu menjaga keseimbangan sampannya. Namun berkat kesiapan regu penyelamat dengan didukung perlengkapan penyelamatan yang memadai, peserta yang tercebur ke laut pun dapat diselamatkan.

Di dalam lomba dayung sampan tradisional beregu ini, kekompakan dan kerjasama tim menjadi syarat utama. Seperti yang terlihat dalam lomba tersebut, bila salah satu anggota mengayuh sampan dengan kemampuan maksimal dengan didukung keterampilan dan kelincahannya, maka anggota yang lain berada pada posisi menjaga haluan sampan agar tetap berjalan lurus pada jalurnya. Posisi tersebut dapat bergantian bila salah satu anggotanya sudah mulai letih.

Sementara itu, pantauan media ini, warga kota Labuan Bajo dan sekitarnya berdiri berjejer memadati setiap titik di sepanjang jalan pinggir pantai menuju Jembatan Putih. Meski panas terik matahari terasa menyengat, namun warga tidak bergeming sedikit pun menyaksikan lomba dayung sampan tradisional tersebut.

Walau demikian sengatan panas mentari di siang bolong itu juga sempat membuat sebagian warga mencari perlindungan. Ada yang berteduh di bawah pohon yang ada di sekitarnya dan sebagian lagi memanfaatkan teras rumah warga sekitar untuk berteduh, bahkan ada sebagian yang memanfaatkan sarana seadanya seperti kertas bekas, telapak tangan, hanya untuk dapat melindungi diri dari sengatan terik matahari.

Dalam lomba dayung sampan tradisional itu, di tim putra juara satu diraih oleh pasangan Abdul Gafur dan Anwar, sementara itu pasangan Tiar dan Dahrin di posisi kedua, dan di posisi ketiga direbut oleh pasangan Muhamad Safrudin dan Tiswan. Sedangkan pada tim putri, pasangan Bulang dan Rohani berhasil menempati juara 1, pasangan Rahma dan Dina diurutan kedua, dan pasangan Ningsih dan Yeni Wardana berada di posisi ketiga.

Setiap jawara mendapatkan hadiah piala dan uang saku masing-masing untuk juara satu sebanyak Rp. 2.000.000,-; juara dua senilai Rp. 1.500.000,-; dan juara tiga memperolah uang sebesar Rp. 1.000.000,-.

Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula, pada acara final minggu siang (25/02/2018), dalam sambutannya mengatakan, kegiatan lomba dayung sampan tradisional ini merupakan kegiatan perdana yang dilakukan di daerah ini. Maka dari itu, Bupati Gusti Dula berharap agar kegiatan seperti ini menjadi kegiatan runtin dalam setiap perayaan HUT Mabar selanjutnya.

Dalam pada itu, Imran,S.IP, Ketua Panitia Lomba yang ditemui di sela-sela kegiatan tersebut mengungkapkan kegembiraannya melihat banyak warga kota Labuan Bajo dan sekitarnya yang datang menyaksikan lomba tersebut.

Selanjutnya Imran menjelaskan, kegiatan ini merupakan momentum untuk mengingatkan kita tentang budaya tradisional masyarakat pesisir kepulauan sejak jaman dahulu kala dan karena itu budaya ini mesti dilestarikan salah satunya melalui kegiatan perlombaan seperti ini. (Ikang  dan Arnoldus Nggorong)