Musim hujan menjadi momok bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir. Terkadang penyebab banjir bukan berasal dari penataan ruang kota yang salah, tetapi karena kesalahan masyarakat sendiri. Kebiasaan membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan penghijauan di lingkungannya adalah beberapa penyebab banjir setiap musim hujan. Tak hanya untuk mencegah banjir, menjaga kebersihan lingkungan sebenarnya cukup penting untuk membuat masyarakat setempat lebih sehat dan terhindar dari sejumlah penyakit. Selain itu, lingkungan yang bersih dan terawat tentu lebih sedap dipandang.

Berikut ini disajikan beberapa tips menjaga kebersihan lingkungan yang benar sbb:

  1. Buang sampah pada tempatnya.

Cara menjaga kebersihan lingkungan yang paling sederhana dimulai dari kesadaran diri sendiri untuk membuang sampah pada tempatnya. Oleh karena itu, ketersediaan tempat sampah yang memadai di lingkungan kita juga perlu diperhatikan. Jika memungkinkan, Anda bisa membuat tempat sampah terpisah sesuai jenisnya, yakni sampah organik dan non-organik. Lantas, bagaimana jika kita tidak menemukan tempat sampah di sekitar kita? Bawa sampah Anda terlebih dahulu dan buang saat Anda sudah menemukan tempat sampah.

  1. Jaga kebersihan rumah.

Bagaimana Anda ingin menjaga kebersihan lingkungan jika kebersihan rumah sendiri tidak terjaga? Yuk, ajak keluarga untuk menjaga kebersihan rumah. Tidak perlu melakukan bersih-bersih setiap saat, Anda hanya perlu menjadwalkan pembersihan secara rutin. Perhatikan kebersihan pekarangan, lantai, dan kamar mandi. Pastikan bagian dalam rumah mendapatkan sirkulasi udara yang cukup agar rumah Anda tidak terasa pengap. Selain itu, jangan biasakan menggantung pakaian yang sudah dipakai selama berhari-hari. Jika sudah tidak berniat menggunakannya, sebaiknya cuci bersih pakaian dan simpan di dalam lemari.

  1. Olah sampah menjadi pupuk kompos.

Masih ingat seputar manfaat eceng gondok yang bisa diolah menjadi pupuk organik? Ternyata bukan hanya tumbuhan liar saja yang bisa diolah menjadi pupuk organik, tetapi sampah juga bisa diolah menjadi pupuk kompos, lho. Pertama, buatlah tempat sampah organik dan non-organik. Sampah yang masuk ke dalam bak organik itulah yang nantinya akan diolah menjadi pupuk kompos. Cara membuat pupuk kompos ini cukup mudah, kumpulkan saja sampah organik dalam satu wadah ember atau drum. Kemudian, lubangi bagian bawah wadah penampungan sampah ini. Selanjutnya, tanam wadah berisi sampah organik di dalam tanah dengan kedalaman minimal 10 cm. Taburkan serbuk gergaji atau tanah di atas sampah organik tersebut. Setelah didiamkan selama 3 bulan, keluarkan wadah dari tanah untuk diangin-anginkan selama 1 minggu. Nah, setelah itu popok kompos sudah siap untuk dipakai.

  1. Remukkan wadah plastik atau karton.

Setelah minum air mineral, sebaiknya remukkan botol plastik tersebut sebelum dibuang ke tempat sampah. Pun begitu dengan wadah yang terbuat dari karton, sebaiknya sobek atau remas sebelum dibuang. Mengapa kita harus melakukan hal ini? Meremukkan wadah plastik atau karton adalah bagian dari cara menjaga kebersihan lingkungan. Dengan menghancurkan sampah plastik atau karton, maka sampah tersebut tidak bisa dipakai kembali. Di samping itu, meremas sampah plastik atau karton sebelum dibuang juga merupakan langkah untuk mengurangi volume sampah.

  1. Daur ulang sampah.

Mengapa Anda harus mendaur ulang sampah, sedangkan wadah plastik dan karton saja harus diremukkan dan tidak bisa dipakai lagi? Wadah plastik atau karton memang tidak bisa digunakan berkali-kali. Akan tetapi, Anda bisa mendaur ulang sampah dari jenis sampah lainnya. Misalnya, kaleng bekas cat bisa dimanfaatkan sebagai pengganti pot bunga. Kemudian, bungkus deterjen juga bisa dijalin agar dapat menjadi tas belanja yang sederhana, tapi sangat bermanfaat. Temukan sampah-sampah yang berpotensi untuk didaur ulang menjadi benda yang aman dan tidak berbahaya meskipun akan digunakan kembali.

  1. Kerja bakti di lingkungan sekitar.

Apabila kamu sangat peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar, tak ada salahnya untuk mengajak tetangga dan warga komplek tempat tinggal Anda untuk melakukan kerja bakti. Meskipun sudah ada petugas kebersihan yang rutin membersihkan wilayah tempat tinggal Anda, kerja bakti antar warga juga sangat penting untuk membersihkan sudut-sudut komplek yang tidak terjangkau oleh petugas kebersihan. Dengan melakukan kerja bakti, Anda sudah turut serta dalam usaha untuk membersihkan dan mempercantik lingkungan tempat tinggal. Selain itu, kerja bakti dapat menjalin silaturahmi dengan tetangga.

  1. Tutup saluran pembuangan air.

Di depan rumah Anda terdapat saluran pembuangan air? Sebaiknya, tutup saluran pembuangan air tersebut agar tidak kotor karena sampah yang berasal dari jalanan. Saluran air yang terbuka akan lebih mudah dipenuhi sampah yang berterbangan dari jalanan di depan rumah Anda. Akibatnya, saluran air menjadi sangat kotor dan penuh sampah. Jika saluran air penuh dan menjadi buntu, maka saat hujan lebat air dalam saluran tersebut akan meluber ke jalanan dan menyebabkan banjir. Tak hanya itu saja, saluran pembuangan air yang terbuka juga rentan menjadi sarang nyamuk dan meningkatkan risiko penularan penyakit demam berdarah.

  1. Lakukan penghijauan.

Untuk membuat lingkungan tempat tinggal Anda jadi bersih dan asri, Anda harus melakukan penghijauan di lingkungan sekitar. Penghijauan bisa dilakukan dengan cara mengajak warga bersama-sama menanam pohon dan tumbuhan lain yang dapat menghijaukan lingkungan. Semakin banyak tanaman yang berada di lingkungan Anda, maka semakin minim pencemaran udara. Cara menjaga kebersihan lingkungan yang benar juga tidak sebatas melakukan penghijauan saja, tapi juga berperan dalam membersihkan daun-daun yang berguguran setelah proses penghijauan.

 

 

  1. Jangan ragu untuk memungut sampah di jalan.

Saat sedang jalan-jalan di lingkungan sekitar, Anda mungkin akan menemukan botol plastik bekas atau bungkus makanan. Sebagai orang yang sangat peduli terhadap kebersihan lingkungan, maka ambil sampah tersebut untuk dibuang pada tempatnya. Mungkin Anda berpikir bahwa sampah tersebut bukan milik Anda, sehingga bukan merupakan tanggung jawab Anda untuk membuang sampah itu pada tempatnya. Pada dasarnya, siapa pun wajib bertanggung jawab atas kebersihan lingkungannya masing-masing, Jadi, jangan ragu untuk memungut sampah saat di jalan dan menempatkannya di dalam tempat sampah.

  1. Sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan.

Jika masyarakat setempat masih belum memahami betapa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, lakukan sosialisasi dengan mendatangkan pakar yang dapat menjelaskan seputar pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Menjaga kebersihan di lingkungan sekitar tempat tinggal bukan hanya semata-mata untuk membuat lingkungan jadi lebih nyaman dan sedap dipandang. Akan tetapi, kebersihan lingkungan dapat menjamin kesehatan kita. Apalagi kebersihan memang merupakan sebagian dari iman, bukan?

Sumber: bacaterus.com