BOBBY C. SIAGIAN, KERJA SAMA TIGA NEGARA ALAMI KEMAJUAN

Labuan Bajo – Meski kelihatan letih, namun ekspresi keceriaan tampak jelas pada raut wajah peserta pertemuan kerja sama ekonomi tiga negara Indonesia – Timor Leste – Australia di lantai 8 Hotel Jayakarta Labuan Bajo, Kamis (12/4/2018).

Apalagi pada sesi terakhir pertemuan tersebut, panitia mengumumkan pembagian kelompok dalam beberapa grup untuk mengunjungi obyek wisata di seputar Taman Nasional Komodo yaitu Pulau Rinca, Pulau Padar, Pulau Komodo dan Pink Beach.

Kelegaan bercampur tawa ria disertai tepuk tangan peserta pertemuan menyambut pengumuman panitia mengalahkan kelelahan lantaran selama seharian penuh delegasi tiga negara bergelut dengan diskusi serius membahas lima isu penting yaitu transportasi darat dan laut, konektivitas telekomunikasi, pariwisata, perikanan dan peternakan.

Bobby C. Siagian, Ketua Delegasi RI, saat dihubungi usai kegiatan tersebut mengatakan, pertemuan kerja sama tiga negara mengalami kemajuan yang cukup signifikan mengingat jumlah peserta yang hadir sangat banyak jika dibandingkan dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya.

“Sebelumnya pertemuan pertama kali di Timor Leste, paling yang hadir hanya 2-3 orang dari masing-masing negara, sekarang sudah sangat banyak yang hadir, malah Indonesia terutama dari beberapa instansi terkait,” katanya.

Partisipasi anggota delegasi memberikan gagasan-gagasan dan ide-ide menjadikan pertemuan tersebut lebih hidup sehingga beberapa isu strategis yang dibahas mendapat titik temunya meski harus dibicarakan lagi di internal negara masing-masing.

“Saya melihat partisipasi meningkat, bagaimana seluruh anggota delegasi memberikan masukan kepada kita itu sangat baik,” demikian Bobby Siagian.

Tak hanya itu, kerja sama tiga negara ini juga menunjuk ke arah yang lebih nyata.

“Pertemuan dirasa lebih konkrit karena kita membawanya ke arah yang konkrit dan langsung saya tagih satu per satu dan juga mereka merespons, dan kerja sama ini terus meningkat dari waktu ke waktu,” jelas Bobby Siagian.

Lebih lanjut Bobby Siagian, Asisten Deputi Kerja sama Ekonomi Asia, Kemeko Perekonomian, menjelaskan, pertemuan tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan antara lain di bidang kerja sama transportasi udara, Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste sepakat untuk mempercepat penambahan slot MoU (memorandum of understanding) Indonesia – Timor Leste. Demikian juga Pemerintah Asutralia diminta agar bisa memberikan ijin-ijin untuk maskapai penerbangan Indonesia untuk melayani rute Kupang-Dili-Darwin.

Trasportasi udara mendapat perhatian serius lantaran pentingnya jalur angkutan udara untuk membuka tourism dan juga perdagangan. Dengan demikian ikut pula memacu perkembangan industri pariwisata yang memberikan manfaat yang sangat besar bagi perekonomian Indonesia.

Sedangkan transportasi darat, ujar Bobby Siagian, kita sampaikan MoU perjanjian kerja sama transportasi darat dari Indonesia-Timor Leste secara resmi di forum ini agar Ketua Delegasi Timor Leste dapat menyampaikannya ke kabinet mereka supaya lebih cepat.

Kerja sama bidang perhubungan ini sudah dibuktikan dengan adanya pelajar Indonesia yang belajar di Monas University di Australia mengenai transportasi, yang mana Pemerintah Australia memberikan beasiswa dan diharapkan juga Pemerintah Australia dapat menyetujui penambahan jumlah pelajar yang akan belajar di sana.

Pada kesempatan tersebut diinformasikan juga bahwa Damri akan uji coba trayek Kupang-Dili sambil melihat marketnya. “Kita akan uji coba, dan Damri akan berhenti di terminal-terminal yang sudah ada di NTT. Jadi kupang-dili katanya 12 jam,” kata Bobby Siagian.

Kemudian untuk pariwisata, Indonesia menawarkan training di Sekolah Tinggi Pariwisata Bali untuk pelajar-pelajar atau pun orang Timor Leste yang mau belajar tentang pariwisata.

Lebih dari itu, Indonesia juga terus menawarkan PT. Pelni bekerjasama dengan perusahaan cruise operator Australia dan Kementerian Perhubungan akan menyiapkan ijin-ijin kerjasama yang dibutuhkan.

Sementara isu konetivitas, saat ini telkomsel sedang membangun jaringan fiber optik di Timor Leste. Konektivitas ini sangat penting bagi kelancaran dan kemudahan komunikasi.

Sedangkan untuk peternakan, akan dilakukan ekspor perdana pakan ternak dan unggas dari Indonesia ke Timor Leste. Selain itu, untuk kerja sama ternak sapi Pemerintah Indonesia akan meminta kepada ASIAR (lembaga Australia yang menangani pertanian) melalui Pemerintah Australia untuk capacity building bagi penggemukan sapi Bali di Belu.

Terakhir kerja sama isu Perikanan, sudah disampaikan potensi perikanan yang ada di Labuan Bajo, namun nanti dalam pertemuan berikutnya akan dibawa proposal masing-masing untuk perikanan termasuk juga pertanian.

Menurut Bobby Siagian, dari lima isu yang dibicarakan dalam  pertemuan kali ini, ada tiga yang mengalami kemajuan yaitu transportasi udara dan darat, peternakan dan telekomunikasi, sedangkan perikanan dan pertanian masih akan dibahas di internal masing-masing negara dan kemudian dibicarakan dalam pertemuan selanjutnya.

Direncanakan pertemuan berikutnya akan diselenggarakan di Australia.

Saat ditanya terkait permintaan bebas visa kepada delegasi Austrlia dan Timor Leste, Bobby Siagian mengatakan, Pemerintah Indonesia sudah memberikan bebas visa untuk warga Timor Leste dan Australia, maka kita minta perlakuan yang sama, tapi kami sampaikan juga bahwa saat ini Kementerian Luar Negeri Indonesia yang menjadi hal pointnya adalah akan terus meminta kepada kedua negara untuk memberikan bebas visa.  (Arnoldus Nggorong)


Cetak   E-mail