Pemerintah Kabupaten  Manggarai  Barat melalui Dinas Perhubungan membangun kerja sama dengan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Jakarta membangun kerjasama mengenai Rencana Induk Transportasi Lokal (RITL) Kabupaten Manggarai  Barat. Tindak lanjut dari kegiatan maka diselenggarakannya kegiatan Forum Group Discution (FGD) dalam rangka penyusunan Rencana Induk Transportasi Lokal Kabupaten Manggarai Barat tahun 2017 yang diselenggarakan di Hotel Perundi Kompleks Bandara Labuan Bajo dibuka oleh Wakil Bupati Manggarai Barat drh. Maria Geong,P.Hd

Ketua STTD Suharto,ATD,MM dalam pemaparan dalam kegiatan FGD itu mengungkapkan, pentingnya perencanaan transportasi yang harus mampu menunjang upaya pemerataan dan penyebaran pembangunan, pertumbuhan ekonomi serta stabilitas daerah di Kabupaten Manggarai Barat.

Jaringan transportasi yang semakin berkembang luas, perlu terus di manfaatkan dan di kembangkan sejalan peningkatan tuntutan kualitas pelayanan transportasi akhibat makin meningkatnya kebutuhan mobilitas manusia dan barang serta tuntutan peningkatan kualitas pelayanan di masa yang akan datang.

Untuk pembangunan dan pengembangan transpotasi di Kabupaten Manggarai Barat yang terorganisir dan terpadu antara moda transportasi yang ada serta dalam rangka perencanaan sistem transportasi secara komperhensif.

Menurut Suharto, adapun maksud di adakan kegiatan Rencana Induk Transportasi Lokal Kabupaten Manggarai Barat, dalam rangka untuk mendapatkan suatu tatanan transportasi yang terorganisasi serta kesisteman dalam lingkup Kabupaten Manggarai Barat yang mencakup transportasi jalan raya, udara dan laut.

Sedangkan tujuan kegiatan ini agar tersedianya dokumen yang dapat di jadikan pedoman pelaksanaan pembangunan transportasi, untuk mewujudkan transportasi yang handal dan berkemampuan tinggi dalam menunjang dan sekaligus mengerakan dinamika pembangunan, meningkatkan mobilitas manusia, dan barang serta mendukung kelancaran pola distribusi dalam wilayah Kabupaten Manggarai Barat.

Sedangkan adapun yang menjadi sasaran dalam kegiatan ini, tersususnya Rencana Induk Transportasi Lokal Kabupaten Manggarai Barat yang terpadu dan terintegrasi terhadap transportasi wilayah, teridentifikasinya tingkat pelayanan jalan dan sistem jaringan transportasi di Kabupaten Manggarai Barat, teridentifikasi pola dan distribusi aktivitaas orang dan barang yang ada di Kabupaten Manggarai Barat, terevaluasinya rencana sistem transportasi jaringan dan terminal yang tertuang dalam RTRW Kabupaten Manggarai Barat, tersedianya alternatif pola pembangunan jaringan dan terminal di Kabupaten Manggarai Barat.

Pada kesempatan itu juga Suharto juga membeberkan informasi mengenai keberadaan Sekolah Tinggi Transportasi Darat, kepada Wakil Bupati Manggarai Barat bersama peserta yang ikut dalam kegiatan FGD, seraya mengharapkan agar Manggarai Barat bisa menjalin kerja sama kedepan agar putra-putri terbaik milik Manggarai Barat bisa melanjutkan studi ke STTD,katanya.

Suharto juga mengatakan, adapun usulan program rencana induk transportasi lokal Kabupaten Manggarai  Barat diantaranya untuk transportasi darat antara lain, jaringan pelayanan, jaringan prasarana, Transportasi laut dan penyebrangan  di antaranya, jaringan pelayanan, jaringan prasarana, sedangkan transportasi udara di ataranya jaringan pelayanan, jaringan prasarana, dan Rencana Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.

Sementara itu Wakil Bupati Manggarai Barat drh Maria Geong,P.hd pada kesempatan itu mengatakan Pemkab Manggarai Barat menyampaikan terimaksih atas kedatangan STTD guna membahas dokumen  Rencana Induk Transportasi Lokal Kabupaten Manggarai Barat.

Dikatakan Wakil Bupati, transportasi menjadi urat nadi dalam pembangunan, menurut ibu Maria,  bisa di bayangkan kalau tidak ada transportasi, apa yang terjadi. Dilanjutkannya, Pariwisata merupakan lokomotif Kabupaten Manggarai Barat, dengan demikian sangat mutlak membutuhkn transportasi yang aman, menyenangkan, harmonis, bebas hambatan.

Diinformasikannya, dahulu Labuan Bajo hanya merupakan satu ibu kota Kecamatan yang saat itu masih Kabupaten Manggarai. Namun kini Labuan Bajo, bukan lagi ibu kota Kecamatan atau ibu kota Kabupaten, Namun sudah menjadi kota dunia, sebab orang datang dari mana saja di Labuan Bajo ini, karena pariwisata, dengan demikian pasti membutuhkan transportasi. Seraya diakuinya, kegiatan dan pertumbuhan ekonomi di Manggarai Barat saat ini sangat cepat sekali, lihat saja transportasi udara, laut dan darat.

Dari semuanya itu, bagaimana kita menyikapinya? Jelas harus mengalami perubahan, bagaimana menata transportasi bisa menjadi nyaman, harmonis, dan di harapkan model transportasi yang di bangun bias melakukan konektivitas antara wilayah yang satu dengan wilayah lainnya.

Menurut ibu Maria, mengenai transportasi di sini telah di lakukan survey, guna mengidentifikasi dan mengetahui apa persoalan yang menghambat transportasi lokal. Harapannya, tentu survey atau penelitian yang di lakukan menjadi referensi untuk terbitnya aturan di bidang transportasi. Pada kesempatan itui bu Maria juga mengharapkan agar segala kebijakan dan peraturan yang di buat mestinya harus melalui penelitian,katanya (kominfo-mabar).