LABUAN BAJO - Kuota pupuk untuk Kabupaten Manggarai Barat mengalami perubahan. Perubahan dilakukan Pemerintah Provinsi NTT. Untuk tahun 2017, awalnya kuota pupuk SP 36 sebanyak 732, 02 ton. Kemudian dikurangi 251,52 ton sehingga tersisa 480,5 ton. 

Sedangkan pupuk ZA awalnya 475, 60 ton, dikurangi 216,53 ton sehingga menjadi 232,50 ton. Berbeda dengan pupus SP dan ZA, jenis pupuk Urea dan NPK mengalami penambahan kuota. Urea awalnya hanya 2.769 ton, sekarang ditambah lagi 50 ton. NPK awalnya 2.613,10 ton ditambah 734,39 ton sehingga menjadi 3.347,50.

Ditemui Selasa (3/10/2017), Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabup"Luas sawah irigasi di desa Repi (Lembor Selatan) 60 hektar. Saat ini para petani sedang kesulitan pupuk Urea dan pupuk NPK," kata Kosmas. Menurutnya, petani biasanya menggunakan pupuk itu secara bersamaan dengan cara dicampur lalu disiram ke tanaman padinya. Sawah irigasi di desanya itu, kata Kosmas, baru selesai ditanami padi.(*)aten Manggarai Barat, Anggalinus Gapul menjelaskan kuota pupuk SP 36 dan ZA dikurangi karena stok dua jenis pupuk itu untuk kuota tahun 2016 lalu masih tersisa hingga 2017 ini. Sementara di kabupaten lain, stok pupuk itu saat ini sedang dibutuhkan. Secara terpisah, Kepala Desa Repi, Kosmas Rahmat mengatakan, saat ini petani di desanya kesulitan pupuk. 

 

Sumber: http://kupang.tribunnews.com