Persentase Luas Daerah Kab. Manggarai Barat Menurut Kecamatan, 2012 (Area Percentage Of Manggarai Barat Regency By District, 2012)

  

  1. Secara astronomis Kabupaten Manggarai
    Barat terletak antara 080 14’ - 090 00’
    Lintang Selatan (LS) dan 1190 21’-1200 20’
    Bujur Timur (BT).
    (Astronomically, Sumba Barat Regency is
    located between 080 14’ - 090 00’ South
    Latitude dan 1190 21’-1200 20’ East
    Longitude.)
  2. Berdasarkan posisi geografisnya, Kabupaten
    Manggarai Barat memiliki batas-batas:
    Utara – Laut Flores, Selatan – Laut Sawu,
    Barat – Selat Sape, Timur - Kabupaten
    Manggarai.
    (In terms of geographic position,
    Manggarai Barat Regency has
    boundaries as follows: North – Flores
    Sea, South – Sawu Sea, West – Sape
    Steet, and East – Manggarai Regency.)
  3. Kabupaten Manggarai Barat terdiri atas 10
    kecamatan, yaitu Kecamatan Komodo,
    Boleng, Sano Nggoang, Mbeliling, Lembor,
    Welak, Lembor Selatan, Kuwus, Ndoso dan
    Macang Pacar.
    (Manggarai Barat Regency has 10
    district: Komodo, Boleng, Sano Nggoang,
    Mbeliling, Lembor, Welak, Lembor
    Selatan, Kuwus, Ndoso dan Macang
    Pacar.)
  4. Kabupaten Manggarai Barat memiliki luas
    daratan mencapai 2.947,50 km2, yang terdiri
    dari daratan Flores dan beberapa pulau
    besar seperti Pulau Komodo, Rinca, Longos
    serta beberapa pulau kecil lainnya.
    (Total land area of Manggarai Barat is
    2.947,50 km2, with its main island beng
    Flores And some other large islands such
    as the islands of Komodo, Rinca, Longos
    and other small islands.)
  5. Seperti halnya di tempat lain di Indonesia, di
    Kabupaten Manggarai Barat dan Propinsi
    Nusa Tenggara Timur hanya dikenal 2
    musim yaitu musim kemarau dan musim
    hujan. Pada bulan Juni sampai dengan
    September arus angin berasal dari Australia
    dan tidak banyak mengandung uap air,
    sehingga mengakibatkan musim kemarau.
    Sebaliknya, pada bulan Desember sampai
    dengan Maret arus angin banyak
    mengandung uap air yang berasal dari Asia
    dan Samudera Pasifik, sehingga terjadi
    musim hujan. Keadaan seperti ini berganti
    setiap setengah tahun setelah melewati
    masa peralihan pada bulan April-Mei dan
    Oktober-Nopember. Walaupun demikian,
    mengingat Manggarai Barat dan umumnya
    NTT dekat dengan Australia, arus angin yang
    banyak mengandung uap air dari Asia dan
    Samudera Pasifik sampai di wilayah
    Manggarai Barat kandungan uap airnya
    sudah berkurang yang mengakibatkan hari
    hujan di Manggarai Barat lebih sedikit
    dibandingkan dengan wilayah yang lebih
    dekat dengan Asia. Hal ini menjadikan
    Manggarai Barat sebagai wilayah yang
    tergolong kering di mana hanya 4 bulan
    (Januari sampai dengan Maret, dan
    Desember) yang keadaannya relatif basah
    dan 8 bulan sisanya relatif kering.
    (The same with another places in
    Indonesia, Manggarai Barat Regency
    and NTT Province has only two seasons,
    dry season and rainy season. On June to
    September the wind flow comes from
    Australia which contains little moisture,
    caused the dry season. On the contrary,
    on December to March the wind flow
    contains a great deal of moisture which
    comes from Asia and Pacific Ocean,
    caused the rainy season. This condition
    changes and turn for a half of year, after
    passing, the transitional period on April-
    May and October-November.
    Nevertheless, since Manggarai Barat and
    Commonly NTT as not so far from
    Australia, the great deal of moisture of
    wind flow comes from Asia and Pasific
    Ocean, has cleareased after reaching
    Manggarai Barat area. And it makes
    Manggarai Barat has the dry area which
    is relatively wet in 4 months (January
    until Marc and December) and the rest
    of 8 months is dry.)