BUPATI MABAR BUKA KEGIATAN LOMBA TARI DAERAH MANGGARAI

Cetak
BERITA
Dilihat: 344

LABUAN BAJO – Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula membuka kegiatan lomba tari daerah Manggarai di Hall Room Kantor Bupati Senin (13/8/2018). Kegiatan lomba tari tersebut diikuti 22 peserta yang berasal dari pelajar SD, SMP, SMA se-kota Labuan Bajo dan juga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Manggarai Barat.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Manggarai Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat bertujuan untuk memeriahkan HUT kemerderkaan RI dan untuk melestarikan serta meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap budaya lokal termasuk tarian dan musik tradisional Manggarai.

Bupati Gusti Dula dalam sambutannya mengatakan, saat ini minat generasi muda terhadap tarian dan musik tradisional mulai berkurang. Generasi muda lebih tertarik pada tarian dan musik hip hop dari budaya Barat. Kondisi ini sangat disayangkan karena pada saat yang sama bangsa asing begitu mengagumi tarian dan musik tradisional kita, tetapi kita sebagai pemilik aslinya malah menganggapnya ketinggalan jaman.

Di sisi lain, kata Bupati Gusti Dula, kenyataan yang dihadapi bahwa pertunjukkan tarian dan musik tradisional kadang membosankan. Namun itu menjadi tantangan bagi pelaku seni untuk berkreasi sehingga melahirkan karya-karya yang lebih menarik dengan tidak meninggalkan kekhasan lokal yang mengandung nilai-nilai luhur.

Menurut Bupati Gusti Dula, melalui kegiatan seperti ini generasi muda diajak untuk mencintai dan menumbuhkembangkan budaya lokal dalam dirinya, lebih dari itu juga sebagai upaya untuk menjaga dan melestarikan budaya lokal. Dengan memelihara dan melestarikan budaya lokal, kita menunjukkan sikap patriotisme dan nasionalisme.

Oleh karena itu, Bupati Gusti Dula mengapresiasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat yang telah menyelenggarakan kegiatan seperti ini. Apalagi Labuan Bajo telah menjadi destinasi wisata pilihan bagi para wisatawan mancanegara, pengembangan wisata budaya menjadi salah satu daya tarik tersendiri selain wisata alam.

Dengan demikian pariwisata berbasis budaya mesti didesign lebih kreatif melalui berbagai event wisata, seni dan budaya sebagai upaya menarik sebanyak mungkin wisatawan datang dan tinggal lebih lama di Labuan Bajo.

Pada kesemepatan tersebut Bupati Gusti Dula mengharapkan agar sekolah-sekolah sebagai wahana strategis bagi pembelajaran dan pengembangan budaya, tidak hanya mengembangkan musik dan tarian tradisional tetapi juga unsur budaya lainnya seperti permainan suling, permainan tradisional anak, cerita rakyat, dan cara menenun dapat diakomodir dalam kurikulum sekolah sebagai muatan lokal.

Bupati Gusti Dula juga berharap, ke depannya kegiatan budaya dapat memberi kontribusi yang lebih besar bagi perkembangan pariwisata di Manggarai Barat. Harapan yang sama juga ditujukan kepada setiap sekolah dan OPD yang belum terlibat agar di tahun berikutnya dapat mengambil bagian secara aktif yang menunjukkan kepedulian untuk melestarikan budaya kita sendiri.  (Arnoldus Nggorong)