LABUAN BAJO – Waktu menunjukkan tepat pukul 09.30 Wita kegiatan Pemaparan Laporan Antara dan Forum Group Discussion (FGD) Identifikasi Infrastruktur dan Aplikasi Dalam Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Elektronik dimulai di aula Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, Jumat pagi (14/9/2018). Hampir semua peserta yang diundang telah hadir dan menempati kursi-kursi yang telah disediakan.

Membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya, dengan memberikan prioritas pada upaya memulihkan kepercayaan publik adalah nawacita kedua dari 9 agenda prioritas Jokowi-JK.

Visi pemerintahan yang bersih, terpercaya, efektif, cepat dan tepat melalui tata kelola pemerintahan berbasis elektronik itulah yang menjadi point penting dari kegiatan yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Manggarai Barat (Dinkominfo).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Manggarai Barat, Ir. Dominikus Damsut, mengatakan, penyelenggaraan pemerintahan demokratis, bersih dan terpercaya dengan berbasis elektronik merupakan suatu keharusan di era digital sekarang ini.

Lebih lanjut, Domi Damsut menjelaskan, pelaksanaan tata kelola pemerintahan berbasis elektronik merupakan pengejawantahan dari visi Pemerintah di era Presiden Jokowi-JK dalam rangka mempercepat pelayanan publik yang cepat dan tepat dengan didasarkan semangat transparansi.

Dalam upaya mewujudkan tata kelola Pemerintahan berbasis elektronik, ujar Domi Damsut, Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Manggarai Barat menyelenggarakan kegiatan Laporan Antara dan FGD Grand Design E-Government.

“Untuk dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan berbasis elektronik, terlebih dahulu dilakukan grand design E-Government. Pada kesempatan ini semua kebutuhan masing-masing OPD diidentifikasi yang kemudian akan dibuatkan model yang sesuai dengan kebutuhan dalam menjawabi pelayanan publik berdasarkan tupoksinya masing-masing,” kata Domi Damsut.

Selanjutnya, Domi Damsut berharap agar setelah mendengarkan pemaparan dari narasumber, para peserta dapat berpartisipasi aktif menyampaikan hal-hal yang dibutuhkan pada OPD yang bersangkutan.

“Harapannya semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat mendukung pelaksanaan tata kelola pemerintahan berbasis elekronik melalui kebijakan anggaran di masing-masing OPD,” ungkap Domi Damsut.

Sementara itu, Prayogi,ST.,M.Si., yang tampil sebagai narasumber dalam kesempatan itu mengatakan, kegiatan ini akan menjadi kesempatan yang baik untuk menggali dan meminta input dari setiap OPD terkait Grand Design E-Government Kabupaten Manggarai Barat.

Usulan dan gagasan serta data tersebut, menurut Yogi, akan sangat membantu tersusunnya Grand Design E-Government Kabupaten Manggarai Barat yang akan mendukung kinerja ASN dalam memberikan pelayanan publik. Dan pelaksanaan tata kelola pemerintahan berbasis elektronik dapat dilaksanakan mengandaikan semua OPD sudah tersedia jaringan internet.

Dalam sesi dialog, setiap OPD mengusulkan sejumlah kebutuhan yang kemudian dapat dibuatkan aplikasi ataupun portal demi menjawabi pelayanan publik yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi OPD masing-masing.

Menanggapi usulan tersebut, Kepala Bidang E-Government, Hildegunda Kartini Tulus,ST., mengatakan, saat ini yang menjadi prioritas untuk ditindaklanjuti adalah usulan pembuatan 2 aplikasi android masing-masing dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

“Untuk Dinas Pariwisata dan Kebudayaan adalah aplikasi wisata  Manggarai Barat yang berisi tentang informasi daerah wisata seperti spot-spot wisata, akomodasi dan transportasi, sedangkan Dispenridagkop akan dibuatkan aplikasi souvenier dan kuliner,” ujar Tiny Tulus.

Sementara usulan-usulan dari OPD lainnya, menurut Tiny Tulus, akan didata dan dari indentifikasi data dan kebutuhan tersebut, kita akan membuatnya pada tahap berikut.

“Kita akan secara bertahap melakukan pembuatan aplikasi berbasis android dan berbasis web baik aplikasi yang bersifat informatif maupun aplikasi yang bersifat komunikatif yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing OPD,” jelas Tiny Tulus.  (Arnoldus Nggorong)

 


Cetak   E-mail