Labuan Bajo – Opening Ceremony Festival Komodo yang diselenggarakan di lapangan sepak bola Kampung Ujung berlangsung meriah Senin (5/3/2018). Acara pembukaan Festival Komodo diawali dengan parade patung komodo dari depan kantor Dinas Perumahan Rakyat Kabupaten Manggarai Barat.

Sejumlah paguyuban se-kota Labuan Bajo, sanggar seni, instansi pemerintah dan Forkompimda, BUMN/BUMD, pelaku industri pariwisata, dan sekolah turut serta memeriahkan arak-arakan patung komodo.

Peserta parade mengenakan busana adat dari berbagai etnis yang berdiam di kota Labuan Bajo di antaranya Manggarai, Nagekeo, Bajo, Ngada, Lamaholot, Timor, Bima, Ende, Padang, Sulawesi Selatan dan Jawa.

Selama arak-arakan berlangsung para peserta menampilkan berbagai atraksi dengan beragam gaya dan tari-tarian diiringi alunan musik tradisional dari masing-masing etnis. Ada tarian soka dari etnis Bima, tarian caci, dan tarian hedung dari Lamaholot (tari perang). Tak ketinggalan marcing band Al-Abbar dari MAN Labuan Bajo yang tampil menawan dengan gemuruh drumb band membahana memecah kebisingan kota Labuan Bajo.

Rombongan pasukan berkuda Forkompimda yang dipimpin Bupati Manggarai Barat,Drs. Agustinus Ch. Dula, berada di barisan terdepan arak-arakan patung komodo tampil elegan dengan busana adat songkenya.

Tiba di lapangan sepak bola Kampung Ujung Bupati bersama rombongan diterima secara adat dan dihantar dengan iringan tarian ronda dan sanda menuju panggung acara. Penerimaan adat tersebut disamping menunjukkan rasa hormat dan penghargaan, namun juga hendak menyampaikan permohonan kepada “Mori Kraeng” sebagai penyelenggara kehidupan untuk melindungi penyelenggaraan Festival Komodo dari berbagai ancaman mala petaka yang membahayakan keselamatan seluruh peserta.

Lapangan sepak bola Kampung Ujung yang biasanya lengang menjadi ramai dipadati warga kota Labuan Bajo dan sekitarnya. Serangkaian acara dipertunjukkan dalam opening ceremony. Tarian kolosal ndu ndu ndake sebagai pembuka acara tampil menarik dengan gerakan gemulai dan lenggak lenggok penari dibarengi alunan musik yang berkumandang.

Selanjutnya para penonton dimanjakan dengan serangkaian acara yang disajikan secara indah di antaranya teatrikal, lagu, tarian tenun dari 4 etnis, lagu indang songke Manggarai, tarian Terlahir, dan tarian Soka.

Untuk diketahui, Festival Komodo merupakan salah satu dari 100 event nasional yang dipromosikan oleh Kementerian Pariwisata ke seluruh dunia. Berbagai atraksi seni dan budaya akan meramaikan Festival Komodo yang digelar selama sepekan ini. Pameran berbagai kuliner lokal akan disajikan disamping pelbagai perlombaan lainnya. (Arnoldus Nggorong)


Cetak   E-mail