Labuan Bajo – Penyelenggaraan Festival Komodo 2018 yang telah memasuki hari keempat membawa berkah bagi usaha kuliner. Berbagai kuliner lokal dihidangkan selama Festvial Komodo berlangsung. Salah satu kuliner lokal yang paling digandrungi para pengunjung adalah kuliner serabe.

Ibu Maria dari kelompok kuliner Sano Limbung Kecamatan Macang Pacar yang juga memiliki stand dalam pameran tersebut, saat ditemui, Kamis (8/3/2018), mengaku, omzet penjualan serabe dan minuman kopi mencapai Rp. 1.000.000,- per hari.

Ditambahkan Ibu Maria, para pembeli tidak hanya orang lokal, tapi juga wisatawan mancanegara. Ekspresi senang nampak terpancar saat beberapa wisatawan mancanegara mencicipi serabe yang dibelinya.

Serabe merupakan salah satu makanan khas tradisional Manggarai yang bercita rasa alami. Serabe biasa disajikan dalam setiap acara ataupun pesta rakyat dan menjadi salah satu sajian wajib.

Selama Festival Komodo 2018 berlangsung, selain serabe berbagai kuliner lokal dipamerkan di setiap stand. Di antara kuliner lokal yang dipajangkan di stand-stand tersebut terdapat juga keripik, songkol, nasi kolo, gula semut, rebok, yang merupakan makanan khas masyarakat Manggarai.

Ibu Ratna Mami, pengusaha kuliner lokal yang turut serta dalam pameran tersebut mengatakan, songkol yang merupakan salah satu makanan khas Manggarai Barat telah diolahnya dengan berbagai cita rasa tanpa menghilangkan keaslian dan kekhasan dari makanan tersebut.

Selanjutnya Ibu Ratna menjelaskan, berbagai kuliner lokal lainnya juga disajikan dalam kesempatan ini antara lain rebok gula, rebok beras, rebok jagung, jagung bose dan bakso ikan. Nah, untuk jenis songkol, lanjut Ibu Ratna, ada berbagai macam songkol yang disajikan seperti songkol coklat, songkol keju, songkol es krim, songkol strawberry, songkol nenas.

Menurutnya, melalui event seperti ini, kita dapat menunjukkan makanan unik tradisional daerah kita yang juga memiliki cita rasa yang enak dan gurih. (Arnoldus Nggorong dan Valen Abu)


Cetak   E-mail