Kominfo Mabar; 19 Februari 2018

Labuan Bajo – Usaha kuliner lokal di kota Labuan Bajo memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Bagaimana tidak. Labuan Bajo adalah destinasi wisata yang sudah populer di kalangan wisatawan baik mancanegara maupun domestik.

Banyak peluang usaha yang dapat dirintis. Salah satunya adalah usaha kuliner lokal. Dalam bincang-bincang dengan Matheus Siagian, pengusaha kuliner, saat dialog di RSPD Mabar, Minggu malam (18/2/2018), terungkap bahwa usaha kuliner di daerah pariwisata seperti Labuan Bajo sangat menjanjikan.

Peluang usaha kuliner inilah yang sudah mulai digeluti oleh Matheus Siagian, mantan staf Swisscontact. Dia meninggalkan kerjanya di Swisscontact lalu menekuni usaha kuliner lokal.

“Ketekunan, keuletan, kesabaran, kreatifitas, dan memiliki daya tahan terhadap tiap tantangan serta kerja keras dan cerdas adalah kunci menuju sukses,” ujar Matheus.

Berbekal itulah, kini Matheus Siagian dengan Restauratn Tree Topnya mengembangkan usaha kuliner.

Dia menceritakan, ketika memulai usahanya di Labuan Bajo, begitu banyak tantangan yang dihadapi. Di bulan pertama, misalnya, tamu yang berkunjung ke tempatnya dapat dihitung dengan jari. Padahal tempat usahanya dibuka dari pagi hingga malam.

Kondisi seperti ini terus berlanjut beberapa bulan. Hal tersebut berdampak pada penghasilan. Dapat dikatakan keuntungan sebagaimana yang diharapkan pun tidak menggembirakan. Kesulitan yang cukup berat adalah membiayai gaji karyawan.

Seiring perjalanan waktu, perlahan tapi pasti, semakin banyak tamu yang berkunjung ke tempat usahanya. Alhasil restaurant Tree Top miliknya sudah dikenal.

Karena itu, Matheus Siagian meminta pelaku usaha yang sudah mulai merintis usaha kuliner lokal untuk tetap tekun dan giat serta sabar dalam mengembangkan usahanya. Setiap usaha membutuhkan proses termasuk usaha kuliner lokal. Proses itulah yang lambat laun akan menghantar seseorang menuju kesuksesan.

Dia juga berharap agar banyak pelaku usaha yang menekuni usaha kuliner lokal. Meskipun saat ini nampaknya sudah ada usaha kuliner lokal, namun belum begitu banyak. Mestinya ini mendorong pelaku-pelaku usaha kuliner lokal lainnya lebih kreatif menciptakan pelbagai pilihan dengan kualitas yang memadai.

Matheus Siagian mengatakan, kualitas kuliner di Labuan Bajo sudah cukup bagus dengan lumayan banyaknya usaha kuliner lokal yang sudah mulai bermunculan. Dengan ini menandakan adanya kompetisi yang bagus yang berdampak pada kualitasnya.

Hal yang perlu diperhatikan adalah meningkatkan kualitas sumber daya pengelola usaha kuliner lokal melalui pelatihan-pelatihan. Diharapkan semua pihak baik swasta maupun pemerintah dapat menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan SDM pengelola usaha kuliner.

Hal yang tak kalah penting yang perlu juga diperhatikan adalah pengusaha kuliner lokal harus konsisten misalnya soal waktu buka dan tutupnya, resep masakan.

“Jika waktu buka dan tutupnya tidak jelas, dan bumbu resep masakan tidak tetap, maka pelanggan akan kecewa dan dampaknya mereka akan pindah ke tempat lain” terang Matheus.

 Lebih dari itu, Matheus mengingatkan, mestinya pelaku usaha kuliner lokal dapat menyajikan sesuatu yang istimewa dan berbeda dengan yang lainnya.

“Harus memiliki cita rasa yang unik dan istimewa yang mana keunikan dan keistimewaan itu hanya ada di tempatnya. Dengan begitu akan semakin banyak orang yang datang untuk menikmatinya,” terangnya. (Oleh : Frumensius Amas; Editor: Arnold Nggorong)