LOMBA DAYUNG SAMPAN TRADISIONAL MERIAHKAN FESTIVAL KOMODO 2018

Labuan Bajo – Lomba dayung sampan tradisional ikut memeriahkan Festival Komodo 2018 yang berlangsung di Dermaga Pink Labuan Bajo, Kamis (8/3/2018). Peserta lomba dayung sampan tradisional terbagi dalam dua kelompok yakni pasangan putra sebanyak 60 tim dan pasangan putri 11 tim.

Peserta Lomba Dayung Sampan

Ratusan warga kota Labuan Bajo dan sekitarnya memenuhi pesisir pantai untuk menyaksikan jalannya lomba tersebut. Walau diguyur hujan deras warga masyarakat yang menyaksikan jalannya perlombaan tak bergeming. Mereka memanfaatkan emperan rumah penduduk maupun gedung yang ada di sekitarnya untuk berteduh. Ada pula yang memakai payung dan sarana seadanya untuk berlindung.

Dalam pada itu, peserta lomba semakin bersemangat mengayuh sampannya diiringi teriakan penyemangat dan tepuk tangan warga yang menyaksikannya. Hujan deras yang mengguyur peserta lomba seolah memberi kekuatan ekstra untuk terus memacu sampannya secepat kilat mencapai garis finis.

Abdul warga kelurahan Labuan Bajo yang ditemui di sela-sela kegiatan tersebut, mengatakan, sumber daya alam laut kita sangat kaya dan memiliki keindahan yang sangat mempesona. Kegiatan ini merupakan upaya untuk semakin mendorong masyarakat lebih dekat dengan wisata bahari.

Lomba dayung sampan tradisional digelar Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat untuk menanamkan dan membangkitkan rasa cinta masyarakat terhadap laut. Selain itu, kegiatan perlombaan ini juga merupakan upaya untuk mempromosikan wisata bahari kepada dunia luar.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kabupaten Manggarai Barat, Ir. Theodorus Suhardi,M.Si  saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, lomba dayung sampan sangat digemari oleh masyarakat nelayan Manggarai Barat. Sampan merupakan sarana transportasi tradisional warisan nenek moyang dan karenanya harus dilestarikan. Sampan juga dimanfaatkan sebagai sarana transportasi untuk menangkap ikan. (Arnoldus Nggorong dan Yustin Penghibur)


Cetak   E-mail