KOPI LOKOMOTIF EKONOMI MASYARAKAT MANGGARAI RAYA

31-May-2018 00:44:45

LABUAN BAJO – Kopi adalah salah satu komoditi andalan bagi masyarakat Manggarai Raya. Komoditi kopi telah menjadi penyokong kehidupan perekonomian masyarakat Manggarai Raya. Bahkan tanaman kopi telah membantu membiayai pendidikan generasi muda Manggarai Raya.

Itulah kesaksian Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus,SH.,M.Hum., saat tampil sebagai nara sumber dengan tema “Kopi Manggarai” pada acara workshop Sertifikasi Indikasi Geografis Kopi Arabika Flores Manggarai (SIG-KAFM) di aula Hotel Revayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, Rabu (30/5).

“Orangtua membiayai sekolah saya dulu dari hasil tanaman kopi, dan hingga sekarang pun hampir sebagian besar anak-anak Manggarai Raya dibiayai sekolahnya dari hasil tanaman kopi,” ujarnya.

Oleh karena itu, workshop SIG-KAFM menjadi momentum untuk meningkatkan produksi kopi yang berdampak pada kesejahteraan petani terutama di Manggarai Raya.

Bupati Deno Kamelus mengatakan, workshop ini harus menjadi kesempatan bagi semua pihak untuk secara bersama-sama memikirkan upaya apa yang harus dilakukan demi meningkatkan produktivitas kopi di Manggarai raya.

Wilayah Manggarai memiliki lahan yang sangat subur jika dibandingkan dengan wilayah lainnya di propinsi Nusa Tenggara Timur.

Bupati Deno Kamelus menambahkan, produktifitas kopi dapat ditingkatkan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi. Diharapkan semua pihak dapat berkolaborasi dan bersinergi dalam upaya mensejahterakan petani.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Deno Kamelus meminta agar petani dan pedagang kopi dapat saling menguntungkan. Prinsip simbiosis mutualisme mesti menjadi patokan bagi para pihak yang bergiat dalam usaha kopi. Jangan ada salah satu pihak yang dirugikan.

Untuk diketahui, luas lahan kopi arabika tahun 2014 di Kabupaten Manggarai adalah 4.757 ha dengan jumlah produksi 1.517 ton, kopi arabika di Kabupaten Manggarai Timur sekitar 7.071 ha dengan produktifitas 2.421,93 ton (Manggarai Timur dalam angka, 2015), dan luas areal tanaman kopi di Kabupaten Manggarai Barat adalah 6.303 ha dengan produksi 1.771,57 ton (Manggarai Barat dalam angka, 2014). (Arnoldus Nggorong)